Video Pengemis Ini Jadi Viral! Bukannya Iba, Netizen Justru Geram Melihat Perbuatannya

Viralmerdeka.com - Sebuah video yang memperlihatkan aktivitas seorang pengemis di emperan ruko menjadi perbincangan warganet.
Aktivitasnya pengemis ini tidak mengundang iba, justru sebaliknya, perempuan itu justru membuat banyak netizen terkejut sekaligus geram.
Bagaimana tidak, di balik pakaian lusuh dan muka memelas saat meminta, Teryata ppengemis itu membawa benda mewah yang kontras dengan penampilannya.

Terekam dalam sebuah video, perempuan itu tampak asyik memainkan tablet di sela aktivitasnya.
Postingan yang diunggah akun Facebook Mia Rezietha, Kamis (7/12/2017) itupun menjadi obrolan hangat warganet dan banyak dibagikan.
Sehari kemudian, postingan serupa juga dibagikan oleh akun Facebook Eris Riswandi yang juga tidak kalah viral.
Dalam keterangan postingan itu diketahui bahwa lokasi pengambilan video saat itu berada di Situbondo, daerah sekitaran terminal.
Akun itu juga menceritakan bagaimana mengerikannya pengemisjaman sekarang yang bahkan sengaja mengajak anaknya untuk mengemis sejak dini.
Netizen yang mengetahui fakta tersebut merasa geram sekaligus kesal, karena memanfaatkan rasa murah hati masyarakat Indonesia dengan penampilan palsu mereka.
Banyak juga dari mereka yang menyarankan orang yang ingin bersedekah agar menyalurkan sedekah mereka melalui lembaga tertentu, sehingga tepat sasaran.
Ervieena Viana Perna liat 4 th yg lalu.. D slh satu kawasan industri ketika saya balik kerja shift 2 sktr jm dua pagi dinihari.. Mampir sbntr k minimarket buad beli mknn.. Msh ada pengemisd luaran .. Ga lama saya nongkrong sbntr brg tmn2.. Kuliner pagii krn msh ad yg jualan bbrpa orang.. Lalu iseng merhatiin tuh pengemis d jemput suaminya pake ninja.. Pantesan anknya tiap HR mkn enak mulu.. D emperan.. Het dahhh. jadi illfeel sjk saat it ga bagi lagi saya

Siuly Natalia Biarlah apa yg di tabur akan di tuai ..kita kasih seikhlasnya..kalo mau tolong lebih baik lagi dtang langsung ke rumah jompo ..dan rmh anak yatim piatu .atau dtang rmh langsung yg kita mau tolong yg rumahnya TDK layak ..
Vita Novita Mending kasih pedagang asongan ato pedagang jajanan anak SD yg kliatan bnr2 gak mampu...krn mrk bs menjaga diriny utk tdk meminta minta walopun dagangan mrk sgt sedikit ...
Ganti Deui Nami Dulu lg jman krja di kawasan cakung KBN, tiap tgl gajian pasti udh berjejer pengemis ada yg duduk, yg tiduran yg jongkok dll... Sprtinya itu ada bos nya mungkin ya...gk mungkinlah tiba tiba segerombolan ada disana. Jadinya bingunh klo mau ngasih yg mna,,, kdang aq bagikan walau cuma recehan yg pnting rata
Mamasa'id Dananam Mending kita memberi ke tetangga trdekat yg jelas kondisinya
@SangChoDockZ wahaha..jd inget main ke kost teman, pengemis bawa anak dikasih duit..agak jauhan anaknya nyeletuk "Mak, TV-nya gedean punya kita ya"..
Teman Gwa langsung bersumpah gak bakal ngasih pengemis lg
3 Jam Mengemis, Sebulan Raup Rp 25 Juta
Kehidupan pengemis yang mengundang iba terkadang tak seperti yang terlihat.
Fakta cukup mengejutkan adalah bahwa mereka bisa saja meraup uang yang bahkan lebih besar daripada si pemberi.
Tentu saja, orang yang ikhlas memberi tidak bisa disalahkan.
Namun alangkah lebih bijaksana jika pemberian itu tepat sasaran.
Mengingat pengemis saat ini tidak melulu muncul dari kalangan yang benar-benar miskin, melainkan hanya kedok.
Seperti pengemis asal Tangga Buntung Palembang, IS, BA, AI, JR, dan AD hanya butuh 3 jam mengemis setiap hari di Betung mengumpulkan uang hingga 25 juta sebulan.
Ini diketahui saat kelimanya diamankan Buser Polsek Betung, pada Selasa (21-02-2017) lalu.
Lima warga Tangga Buntung ini datang ke Banyuasin dengan membawa anak cacat, mereka berkeliling pasar, mendatangi toko-toko, rumah makan dan rumah warga menjual iba meminta sedekah.
“Kami mengemis mulai pukul 12 siang sampai pukul 3 sore. Hari ini dapat Rp 800 ribu, biasanya pernah dapat hampir satu jutaan,” kata AD salah satu pengemis seperti dilansir dari Tribratanews.com, Jumat (24/2/2017).
Dia melanjutkan, mereka baru melakoni mengemis dengan manfaatkan anak cacat ini sejak dua bulan terakhir.
“Biasanya kami beroperasi di Kambang Iwak Palembang, Pasar Pangkalan Balai dan Pasar Betung di Banyuasin,” katanya.
Namun, aksi mereka terhenti setelah mobil angkot jurusan Pakjo-Ampera BG 1034 EA yang mereka sewa untuk mengantar jemput mengemis di Pasar Betung dijaring petugas Polsek Betung.
Menurut Kapolres Banyusin Andri Sudarmadi melalui Kapolsek Betung AKP Zulfikar, saat anggota Buser sedang patroli, mencurigai ada mobil angkot abu-abu trayek Pakjo Palembang melintas di kawasan Pasar Atas Kecamatan Betung.

“Saat diperiksa didapatkan 5 orang gagah berpakaian lusuh dan 1 orang cacat permanen lengkap dengan kursi roda,” katanya.
Ketika diinterogasi ternyata anak tuna daksa tersebut dieksploitasi untuk mengemis agar masyarakat iba dan memberikan uang.
“Sepertinya mereka sudah terorganisir dan punya jaringan. Kalau dilihat dari tubuhnya masih sehat dan gagah. Bila dibiarkan, ada kemungkinan bisa mengarah perbuatan pidana,” katanya.
Pihaknya telah berkordinasi dengan Camat Betung dan Satu Pol PP Banyuasin untuk menindaklanjuti pelaku.
“Kelimanya akan diarahkan ke Dinas Sosial Banyuasin,” katanya.(*)

Click to comment
 
close
[Click Here(Close)]