Inilah Biksu Wirathu, Teroris Botak Pembantai Muslim Rohingya

Viralmerdeka.com - Ashin Wirathu. Sekilas kalau melihat wajahnya terlihat tampak polos, Namun di balik kepalanya yang pelontos biksu ini kekejamannya benar-benar di luar nalar.

Dialah pelopor gerakan ‘969’; sebuah gerakan anti-Islam yang bermuara kepada pembantaian muslim Rohingya dan mengusir mereka dari tanah kelahirannya.

Biksu Wirathu (Huffingtonpost.com)

Catatan hitam Wirathu dimulai sejak tahun 2001, saat ia menghasut kaum Budha untuk membenci muslim. hasutannya berhasil, kerusuhan anti-Muslim pecah pada tahun 2003. Tak lama kemudian, ia harus mendekam di penjara akibat ulahnya. 7 tahun berada di balik jeruji besi kemudian ia dibebaskan tepatnya pada tahun 2010. Ia mendapat amnesti yang diberikan untuk ratusan tahanan politik, usai reformasi pascamiliter berkuasa.

Biksu yang berusia 47 tahun itu kini menjabat sebagai kepala di Biara Masoeyein Mandalay. Di kompleks inilah Wirathu memimpin puluhan biksu dan memiliki pengaruh atas lebih dari 2.500 umat Budha di daerah tersebut.

Dari pengaruh inilah Wirathu memimpin gerakan anti-Islam “969”. 969 adalah merupakan  kampanye provokatif yang mengajak seluruh kaum Budha untuk memboikot bisnis dan masyarakat Muslim.

Angka 9-6-9 mengacu pada atribut Budha, ajaran serta kerahibannya. Sehingga ketika disebut 969 maksudnya adalah konsolidasi Budha. Dalam perkembangannya, 969 berarti gerakan kaum Budha yang anti-Islam.

“Kita memiliki semboyan perjuangan: Jika Anda makan, makan di 969. Jika Anda pergi, pergi ke 969. Jika Anda membeli, belilah ke 969,” tegasnya dalam sebuah wawancara di Biara Mosoeyein.

Entah kapan kampanye provokatif ini didengungkan olehnya. Namun menurut catatan media, kampanye provokatif Wirathu mulai meluas pada awal 2013. Ia menyampaikan serangkaian pidato di berbagai tempat untuk menyalakan kebencian kaum Budha atas umat Islam. Selain melalui pidatonya, gerakan ini di kampanyekan melalui melalui stiker, brosur dan sebagainya. Stiker 969 bisa dengan mudah ditemui diberbagai tempat dan berbagai kendaraan warga budha. Kebencian dan anti-Islam meluas dengan cepat, berbuah pembantian dan pengusiran umat Islam, khususnya Rohingya.

Sejak kerusuhan pecah, ribuan muslim Rohingya dilaporkan terbunuh dalam pembantaian selama. Sisanya bertahan hidup dengan keterbatasan dan ketertindasan. Ratusan orang mencoba pergi menyelamatkan diri, hingga pekan lalu sampai di Aceh setelah mengarungi laut lepas dengan kapal sederhana. (Bsd)

Click to comment
 
close
[Click Here(Close)]