Demi Cinta, Putri Jepang Resmi Bertunangan dengan Pria Biasa

Viralmerdeka.com - Demi cinta orang bisa melakukan apa saja, termasuk rela melepaskan statusnya kebangsawanannya, seperti yang terjadi pada Putri Mako (25), cucu tertua Kaisar Jepang Akihito (83), secara resmi mengumumkan pertunangannya dengan seorang pria dari kalangan rakyat jelata. Laki-laki beruntung tersebut adalah Kei Komuro (25), yang diketahui teman sekelas Mako ketika menempuh pendidikan di perguruan tinggi.



Dalam sebuah konferensi pers yang disiarkan di seluruh negeri untuk mengumumkan pertunangannya, Putri Mako mengaku bahwa ia merasa sangat bahagia dengan keputusannya bertunangan dengan Kei Komuro.

"Sedari kecil saya sadar bahwa saya akan menanggalkan gelar kebangsawanan begitu saya menikah. Ketika saya bekerja untuk membantu Kaisar dan memenuhi tugas-tugas sebagai anggota keluarga kekaisaran sebanyak mungkin, saya menghargai kehidupan pribadi saya," ungkap Putri Mako seperti dikutip dari Daily Mail pada Senin (4/9/2017).

Kei Komuro, calon suami Mako bekerja di sebuah firma hukum. Ia juga pernah memenangi kontes promosi pariwisata yang menobatkannya sebagai "Prince of the Sea". Dalam penampilan resmi perdananya, Kei mengakui dirinya telah melamar Mako lebih dari tiga tahun lalu.

Pertunangan keduanya semula di jadwalkan akan diumumkan pada Juli lalu. Namun, berhubung bagian selatan Jepang tengah dirundung banjir parah paka pertunangan keduanyapun ditunda sebagai bentuk penghormatan.

Seorang pejabat Badan Rumah Tangga Kekaisaran Jepang mengungkapkan bahwa pernikahan pernikahan keduanya akan di gelar setelah musim panas 2018.

Sayangnya kelak ketika menikah dengan Kei, Putri Mako yang merupakan anak sulung dari Pangeran Akishino diharuskan untuk melepas gelar kebangsawanannya. Namun tradisi kontroversial tersebut tidak akan berlaku bagi kaum pria anggota keluarga kekaisaran Jepang. Kaisar Akihito dan dua putranya diketahui juga menikah dengan perempuan dari kalangan rakyat biasa.

Rencana pernikahan Putri Mako dan Kei juga memicu kekhawatiran sejumlah kalangan tentang masa depan kekaisaran Jepang mengingat jumlah keluarga salah satu kerajaan tertua di dunia tersebut terus menyusut.

Kondisi ini memunculkan kembali perdebatan apakah UU terkait pelepasan gelar kebangsawanan harus diubah, sehingga anggota kelurga perempuat yang terlahir dalam keluarga kekaisaran dapat terus melanjutkan peran mereka kendati menikah dengan orang biasa. Hal ini dinilai dapat meningkatkan jumlah pewaris takhta bagi sebuah monarki yang tidak mengizinkan perempuan menduduki singgasana.

Bagaimanapun pada Juni lalu terjadi perubahan. Parlemen memberlakukan undang-undang yang memungkinkan Kaisar Akihito turun takhta dan membuka jalan bagi Pangeran Naruhito untuk menggantikannya.

Pangeran Naruhito sendiri tidak memiliki anak laki-laki maka yang berada pada urutan pewaris takhta kedua adalah adiknya, Akishino. Berikutnya, adalah putra Akishino, yakni Pangeran Hisahito. (Lp6)

Click to comment
 
close
[Click Here(Close)]